Mengelola Waktu Kehadiran Pegawai di Usaha Kecil Menengah

Mengelola WaktuWaktu adalah uang, itu motto yang cukup kita kenal di dunia usaha. Jumlah jam kerja yang ditetapkan untuk karyawan disesuaikan dengan perundangan yang berlaku sekaligus mengacu kepada upah minimum regional. Oleh karena itu dalam perusahaan terdapat peraturan yang tegas tentang penggunaan waktu dengan harapan dalam waktu yang terbatas karyawan dapat menghasilkan omset yang tidak terbatas, dalam arti dapat memperoleh penghasilan atau berkarya bagi perusahaan semaksimal mungkin. Oleh karena itu perusahaan berharap seluruh karyawan dapat mengelola waktu agar efektif dengan tujuan target yang telah diberikan dapat tercapai dalam waktu yang telah ditentukan Cara pengelolahan waktu dalam perusahaan terdiri dari beberapa cara, antara lain penerapan daftar absensi harian, penerapan perijinan (cuti), ijin khusus dan perijinan karena sakit yang kesemuanya itu dikontrol oleh bagian personalia. Apabila ada karyawan yang melanggar aturan tersebut akan diberikan peringatan bahwa akan diberi tindakan yang tegas.

Daftar absensi bagi karyawan ada beberapa macam, mulai daftar absensi yang menggunakan tanda tangan, kartu absensi yang dimasukkan ke mesin sampai sistem absen sidik jari, tentu saja semakin tinggi tehnologi daftar absensi karyawan semakin tinggi pula biaya yang dikeluarkan. Hal tersebut harus mendapat pertimbangan khusus bagi usaha kecil sampai menengah karena jumlah biaya yang dikeluarkan cukup tinggi tetapi manfaat yang diperoleh juga tinggi. Dengan diterapkan sistem absen sidik jari, perusahaan berharap dapat meminimalkan kecurangan dalam daftar absensi karyawan sehingga karyawan dapat lebih disiplin dalam penggunaan waktu dan administrasi. Mengelola waktu agar efektif bukanlah hal yang mudah, semua bersumber dari kerjasama yang baik antara perusahaan dengan pekerja/karyawan. Pada satu sisi karyawan datang tepat waktu akan tetapi dalam praktek kerjanya karyawan tidak menggunakan waktu dikantor untuk bekerja dengan baik melainkan untuk mengerjakan hal-hal yang lain.Pada sisi lain karyawan sudah bekerja dengan sebaik-baiknya tetapi konpensasi yang didapat dari perusahaan tidak seimbang sehingga menimbulkan kesenjangan sosial. Oleh karena itu ada baiknya perusahaan dan karyawan dapat menjalin komunikasi dengan baik agar keseimbangan dapat tercapai dengan baik.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply