5 Langkah Mudah Menyusun Rencana Bisnis

rencana bisnisMenyusun rencana bisnis merupakan hal yang harus Anda lakukan untuk memastikan bisnis Anda memiliki kesempatan untuk berhasil. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa dari 10 suatu bisnis usaha, terdapat 9 bisnis yang gagal pada lima tahun pertama operasi. Mungkin ada beberapa alasan kegagalan bisnis seperti layanan kepada pelanggan yang buruk, produk yang tidak memadai, miskin manajemen logistik dan pengendalian biaya dan masih banyak hal yang lain. Namun, kebanyakan kegagalan tersebut dikarenakan pelaku usaha tidak menetapkan tujuan dan tidak membuat rencana bisnis yang tepat untuk kesuksesan fenomenal seperti menyusun visi dan misi bisnis tersebut, rencana kerja, rencana anggaran, rencana strategi pemasaran. Berikut ini adalah lima langkah mudah menyusun rencana bisnis. Langkah-langkah ini akan membantu menentukan tujuan bisnis, alasan keberadaan usaha, dan menentukan arah yang akan Anda ambil.

1. Tentukan nama bisnis beserta visi dan misi bisnis. Membuat nama bisnis atau mengevaluasi kembali nama bisnis merupakan hal yang perlu dilakukan. Selain itu nama bisnis harus mengintegrasikan dengan baik dengan produk yang dijual, nama tersebut harus mudah diingat, dan apakah nama tersebut dapat dijadikan branded yang baik dari waktu ke waktu. Visi merupakan tujuan jangka panjang bisnis Anda. Maka pertimbangkan, Apa rencana kerja yang akan Anda lakukan pada lima tahun dari sekarang? Pikirkan bagaimana Anda mungkin ingin memperluas itu untuk memasukkan cabang lain atau tambahan karyawan. Pernyataan misi sebagai tujuan jangka pendek bisnis, juga menentukan bisnis Anda. Sebab misi akan menentukan arah rencana kerja, rencana anggaran dan rencana strategis pemasaran yang dilakukan.

2. Lakukanlah analisis SWOT (Strengths, weaknesses, opportunities, threats) atau kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk menganalisis karakteristik bisnis Anda. Sebab dengan melakukan analisis SWOT, Anda akan mendapatkan ide yang lebih jelas tentang apa yang akan diperlukan bagi Anda misalnya rencana strategis bertahan dalam persaingan bisnis.

3. Tentukan STP (Segmenting, targeting, positioning) dari bisnis Anda. Segmentasi pasar merupakan pengelompokan pasar secara keseluruhan ke dalam kelompok yang sesuai dengan kebutuhan dan ciri-ciri konsumen seperti geografis, demografis dan masih banyak yang lain. Targeting merupakan penetapan pasar sasaran. Serta Positioning merupakan penentuan posisi pasar berarti pengaturan suatu tawaran untuk menduduki suatu tempat yang jelas, berbeda, dan sebagai pelaku pasar dalam pikiran pelanggan yang menjadi sasaran.

4. Menentukan rencana strategis pemasaran. Setelah mendefinisikan tujuan pemasaran Anda, Anda perlu merencanakan secara detail bagaimana Anda akan mencapai tujuan ini. Berapa banyak item yang akan Anda hasilkan, dan berapa margin harga (sesuai dengan pendapatan yang Anda inginkan)? Dalam bidang apa dan bagaimana akan Anda mempromosikan bisnis Anda? Anda harus sangat spesifik, sebab hal ini adalah salah satu rencana utama Anda akan mengacu pada melalui jalan hidup bisnis Anda.

5. Menyusun rencana anggaran bisnis. Dengan anggaran, Anda memiliki kesempatan lebih untuk mencapai tujuan bisnis Anda, Anda akan membuat keputusan yang beralasan kuat dan dapat dipertanggungjawabkan dan Anda akan memiliki pengontrol yang baik untuk Anda saat menjalankan bisnis. Seperti dibutuhkan arus kas, untuk periode apapun. Laporan arus kas akan mencakup: saldo kas dan kredit penjualan (atau piutang) diharapkan atau diterima selama periode berjalan, pembayaran tunai diantisipasi (misalnya, biaya untuk pembelian, gaji, biaya utilitas, pajak, biaya kantor dan lain-lain). Hal ini akan menilai berapa banyak uang tunai yang Anda miliki, berapa kewajiban keuangan yang diterima dan dibayar, pengetahuan siklus arus kas akan membantu Anda memprediksi kapan Anda akan menerima dana dan kapan Anda melakukan pembayaran.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply