Tahun 2010 telah meninggalkan kita. Tahun 2010 memberikan kenang-kenangan ekonomi Indonesia yang baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen. Produk domestik bruto mencapai angka Rp 6.000 triliun. Kurs rupiah relatif stabil berada di angka Rp 9.000. Suku bunga Indonesia yang dipatok Bank Indonesia berhenti di angka 6,5 persen. Realisasi penyerapan APBN sebesar 95,6 persen. Ekspor Indonesia mencapai nilai USD 15,34 milyar. Pertumbuhan ekspor Indonesia naik sebesar 6,52 persen dibanding tahun lalu. Sayang inflasi Indonesia mencapai angka 6,96 persen. Cadangan devisa Indonesia mencapai angka USD 95 milyar.
Sistem ekonomi Indonesia menganut rezim devisa bebas. Sistem ekonomi ini membiarkan perkembangan ekonomi sesuai dengan mekanisme pasar. Pelaku ekonomi bebas keluar masuk ke dalam sistem ekonomi Indonesia. Dana yang berasal dari luar negeri dapat dengan mudah masuk ke Indonesia. Demikian juga dana tersebut mudah hengkang dari Indonesia. Oleh karena itu, dana tersebut hanya berputar-putar di pasar modal dan uang.
Perkembangan ekonomi Indonesia lebih menitikberatkan pada eksplorasi sumber daya alam. Pembangunan ekonomi Indonesia berkutat di sektor pertambangan baik migas, batu bara, berlian, maupun logam dan di sektor agroindustri. Kedua sektor tersebut menopang ekonomi Indonesia selama ini. Alokasi pembiayaan dan anggaran untuk pembangunan ekonomi di sektor tersebut sangat besar. Penerimaan negara dari sektor tersebut juga memiliki porsi yang besar.
Pelaku usaha dapat mengambil peluang yang ada dari situasi ekonomi Indonesia di tahun 2010. Peluang usaha yang terbentang di tahun 2011 cukup luas. Di tahun 2011 merupakan tahun yang tepat untuk lepas landas menuju perekonomian yang lebih baik. Arah kebijakan pemerintah menitikberatkan pada industri hilir. Pajak progresif dan segudang peraturan pemerintah yang membatasi ekspor bahan baku mentah mulai diberlakukan oleh pemerintah. Pemerintah membuka lebar-lebar pintu investasi di industri hilir. Insentif fiskal, pajak, energi mulai diberlakukan oleh pemerintah.
Peluang bisnis di sektor agroindusri olahan bahan baku mentah seperti minyak sawit, kakao dan kopi merupakan kesempatan yang bagus. Peluang usaha di industri alas kaki dapat dipilih oleh investor. Industri otomotif terutama komponen kendaraan bermotor akan tetap tumbuh dengan bagus dan terus berkembang.
Tetapi untuk saat ini yang mencemaskan semua pihak yaitu inflasi. Angka inflasi yang tinggi disumbang oleh bahan makanan pokok. Inflasi ini dapat menciptakan efek domino yang buruk pada indikator ekonomi Indonesia yang lain. Pelaku usaha harus membuat jurus-jurus yang jitu untuk mengatasi ancaman inflasi ini.








February 16th, 2011
Yusnu Iman Nurhakim
Posted in
Tags: